Rabu, 09 Desember 2015

"Waktunya Memahami CInta"




"Harapan, adalah setitik tanda dari keinginan terbesar manusia di dunia ini, namun semua terkadang tidak sesuai yang di inginkan, mungkin karena gagal dalam menyerah, atau kah, terhenti karena jalan yang tengah tertutup kelam dalam pekatnya kabut yang menghadang.
sadar tetap tersadar, akan tetapi pertanyaan begitu berjibaku dalam semua impian yang tersendat tak teruraikan dalam nyata, dan bergulat dalam dongeng sebelum tidur..."

polemik kehidupan niscaya akan selalu berbeda dalam setiap insan di dunia ini, dikala memiliki segalanya, namun kebahagiaan cinta dan kasih sayang tak kunjung jua di menangkan, ketiika memiliki cinta, namun ketiadaan diri mengukir kekalahan ketika nyanyian merdu oleh kasih sayang menjadi sumbang dan hambar, bagai pohon sakura yang berguguran hingga daun nya mengering dan tak tumbuh lagi.

dahsyat nya cinta, mampu mengubah segala pandangan menjadi terbalik, bahkan berubah menjadi suatu keburukun sekalipun.kita tidak tau, kapan pada akhirnya cinta itu datang untuk membahagiakan rangkaian hidup, sedangkan yang kita tahu, cinta tidak selamanya menyenangkan..

menerima kekalahan, ataukah memenangkan suatu cerita tanpa tinggi hati? keduanya pun tak mampu di benarkan, karena setiap manusia berhak mendapatkan keadilan, termasuk dari rasa kasih dan sayang kepada siapapun yang di inginkan nya, ada yang mengerti, adapula yang tidak.

ada yang jujur, ada pula yang berbohong.
ada yang setia, ada pula yang berkhianat
ada yang benar-benar, ada pula yang berpura-pura.
hal yang berat untuk di terima dengan akal, akan tetapi ini sudah menjadi sebagian dari pelengkap mengartikan cinta yang sebenarnya.
sumber kehidupan berada dari harta, sumber nyawa berada dari sebuah kasih sayang. rasio menjadi taruhan dalam berkehendak untuk melakukan salah satunya, tidak ada yang salah, karena yang salah hanyalah semata-mata terlalu yakin kepada impian yang terbangun karena sebuah keindahan.

teracuhkan, dan di hancurkan telah menjadi sebuah komite yang menyatu dalam sebuah resiko memahami arti cinta.
terkadang kemarahan adalah cara terbaik, untuk mengungkap kegundahan, terkadang pula menjadi badik yang tak mampu di benarkan.
terkadang keterbukaan adalah cara terampuh dalam menyatukan perasaan yang berbeda, seperti awan dan langit, tak mampu bersatu namun tetap bersama...

jalan salah satunya adalah "Menerima" mungkin ini yang terbaik, karena ketika usaha telah terlaksana, maka selanjutnya adalah "menerima" semua hasil dari yang telah di lakukan, uang tak bisa membeli kemenangan yang sebenarnya, tetapi sebuah pembuktian lah yang mampu memenangkan sebuah alur dalam kasih, meski harus pedih, resiko tetap saja resiko, yang harus di tanggung oleh diri sendiri, dalam mematuhi segalanya yang terjadi di dalam sebuah percintaan di bumi ini...

Thanks For reading...

Original written by:

Aghana V Idents

Tidak ada komentar:

Posting Komentar